Minggu, 16 Agustus 2009

KEPRIBADIAN DAN EMOSI

KEPRIBADIAN DAN EMOSI


KEPRIBADIAN

Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu yang memiliki sistem psikologis tersebut yang menentukan penyesuaian uniknya terhadap lingkungannya(Gordon Allport).

Kepribadian sebagai jumlah total cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan lainnya.

Faktor-faktor penentu kepribadian

  1. Keturunan

Keturunan merujuk pada faktor-faktor yang ditentukan sejak lahir.Ukuran fisik,daya tarik wajah,jenis kelamin,temperamen,komposisi dan refleks otot,level energi,dan ritme biologis adalah karakteristik yang umumnya dianggap entah sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa orang tua anda(susunan biologis,fisiologis,dan psikologis inheren mereka)

3 aliran yang memberikan sejumlah argumen bahwa hereditas memainkan bagian penting dalam menentukan kepribadian seseorang:

  1. Aliran pertama,melihat pada tiang penyangga genetik dari perilaku dan temperamen manusia di kalangan anak-anak kecil

  2. Aliran kedua,mengemukakan studi tentang dua anak kembar yang dipisahkan ketika lahir

  3. Aliran ketiga,meneliti konsistensi kepuasan jabatan dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi

Perlu kita ketahui bahwa faktor genetik mewakili sekitar dari 50% dari perbedaan kepribadian.Jika ciri-ciri kepribadian ditentukan sepenuhnya oleh keturunan.mungkin bagi anda tidak bisa mengubah karakteristik tersebut,oleh karena itu karakteristik kepribadian tidak sepenuhnya ditentukan oleh keturunan.


  1. LIngkungan

Selain faktor keturunan proses pembentukan kepribadian mungkin berasal dari kebudayaan dimana kita dibesarkan,pengkondisian awal kita,norma di tengah keluarga,teman,dan kelompok sosial,dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami.keturunan memang menetapkan parameter atau batas luar,tetapi potensi penuh individu akan ditentukan oleh seberapa baik dia menyesuaikan diri dengan tuntutan dan persyaratan lingkungan


  1. Situasi

Faktor ketiga ini mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan pada kepribadian.Tuntutan beragam dari situasi yang berbeda menimbulkan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang


Ciri-ciri Kepribadian

Karakteristik-karakteristik yang bertahan lama yang menggambarkan perilaku individu.

Karakteristik yang populer adalah rasa malu ,keagresifan, kepatuhan, kemalasan ,ambisi, kesetiaan,dan ketakutan.Semakin konsisten karakteristik seseorang dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi,maka semakin penting ciri-ciri tersebut dalam menggambarkan individu.

Pencarian Awal atas Ciri-ciri Utama

Hasil dari pencarian awal atas ciri-ciri utama adalah 16 faktor kepribadian,yang disebut sebagai ciri sumber atau utama dan ciri ini umumnya disebut sebagai sumber perilaku yang terus menerus dan mantap,yang memungkinkan prediksi atas perilaku individu dalam situasi spesifik dengan mempertimbangkan karakteristik-karakteristik untuk mendapatkan relevansi situasionalnya.

Indikator Tipe Myers-Briggs

Merupakan test kepribadian yang menggunakan 4 karakteristik dan mengklasifikasi orang ke dalam 1-16 tipe kepribadian.Indikator tersebut merupakan test kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada seseorang bagaimana mereka biasanya merasa atau bertindak dalam situasi tertentu.

Model Lima Besar

  1. Ekstroversi,adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang supel riang dan percaya diri

  2. Kemampuan untuk bersepakat,adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang bersifat baik,kooperatif,dan mempercaya

  3. Kemampuan untuk mendengarkan suara hati,adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan seseorang yang bertanggung jawab,dapat diandalkan,stabil,dan tertata

  4. Stabilitas emosi, adalah dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang yang tenang, percaya diri, tentram(positif) versus gugup, tertekan, dan tidak tentram(negatif)

  5. Keterbukaan terhadap pengalaman, adalah dimensi kepribadian yang mencirikan seseorang berdasar imajinasi, sensitifitas, dan keingintahuan


Atribut-atribut Kepribadian Utama Yang Mempengaruhi OB

Dalam bagian ini cenderung mengevaluasi secara lebih cermat atribut-atribut kepribadian spesifik yang ternyata merupakan indikator yang berpengaruh dalam memperkirakan perilaku dalam organisasi.

  1. Internal, individu yang yakin bahwa mereka mengendalikan apa yang terjadi dalam mereka

  2. Eksternal, individu yang yakin bahwa apa yang terjadi pada mereka dikendalikan kekuatan-kekuatan luar seperti nasib baik dan kesempatan

  3. Lokus kendali, tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri

Bagi orang-orang internal mereka memiliki kecenderungan mengambil tindakan dan lebih siap untuk keluar dari pekerjaan tapi di pihak lain mereka cenderung lebih berhasil dan lebih puas dalam pekerjaan. Kaum internal lebih aktif mencari informasi sebelum mengambil keputusan, lebih termotifasi untuk berprestasi, dan melakukan usaha lebih besar untuk mengendalikan lingkungan mereka disamping itu mereka lebih cocok dengan pekerjaan-pekerjaan yang menuntut inisiatif dan independensi tindakan sebaliknya pada kaum eksternal melakukan pekerjaan dengan rutin dan terstruktur dengan baik dan dimana keberhasilan sangat tergantung pada penyesuaian terhadap petunjuk orang lain. Kaum eksternal melakukan tugas-tugas yang lebih canggih, yang mencakup sebagian besar pekerjaan managerial dan profesional, dan yang menuntut pengolahan informasi atau pembelajaran yang rumit.


Machiavellianisme merupakan tingkat dimana individu bersifat pragmatis, menjaga mjarak emosi, dan yakin bahwa tujuan dapat membenarkan cara

Harga Diri merupakan tingkat dimana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. Temuan yang paling dapat di generalisasi tentang harga diri adalah bahwa orang-orang dengan harga diri lebih rendah rentan terhadap pengaruh luar daripada orang dengan harga diri lebih tinggi.

Pemantauan Diri suatu ciri kepribadian yang mengukur kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya terhadap faktor-faktor eksternal situasional.

Pengambilan Risiko (tokoh, Donald Trump) suatu ciri kepribadian yang menggambarkan situasi dimana sebagian besar orang lain merasa terancam dan sangat tertekan

Kepribadian Tipe A adalah keterlibatan agresif dalam perjuangan bertahun-tahun tiada henti untuk meraih lebih banyak dalam waktu yang semakin sedikit dan jika perlu melawan upaya-upaya orang lain atau menentang orang lain. Sifat-sifat tipe A antara lain:

  1. Serba cepat dalam bergerak, berjalan, dan makan

  2. Merasa tidak sabar atas tingkat kejadian sebagian besar peristiwa yang berlangsung

  3. Berusaha keras untuk berfikir atau melakukan 2 hal bahkan sekaligus

  4. Tidak dapat menikmati waktu luang

  5. Terobsesi dengan jumlah, mengukur kesuksesan berdasar berapa banyak yang mereka peroleh

Kepribadian Tipe B adalah kepribadian seseorang yang jarang didorong oleh keinginan untuk mendapatkan barang yang jumlahnya semakin meningkat atau berpartisipasi dalam semakin banyak rangkaian peristiwa tiada akhir dan dalam waktu yang semakin menurun, sifat-sifat tipe B antara lain:

  1. Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu ataupun ketidak-sabaran

  2. Merasa tidak perlu memamerkan atau membahas entah prestasi mereka atau apa yang sudah mereka capai kecuali kalau pemaparan itu dituntut oleh situasi

  3. Bermain untuk mendapatkan kegembiraan atau relaksasi dan bukannya untuk memperlihatkan superioritas mereka

  4. Dapat santai tanpa merasa bersalah


Kepribadian Dan Kebudayaan Nasional

Lima faktor kepribadian dalam model Lima Besar muncul pada hampir semua studi lintas budaya. Perbedaan-perbedaan cenderung muncul ke permukaan menurut besarnya penekanan pada dimensi-dimensinya. Kebudayaan suatu negara mempengaruhi karakteristik kepribadian yang diminan dari penduduknya. Dalam sebagian budaya, seperti di Amerika Utara orang percaya bahwa mereka dapat mendominasi lingkungan mereka sedangkan orang-orang negara Timur Tengah yakin bahwa kehidupan sebenarnya sudah diatur sebelumnya.

Mencapai Kecocokan Kepribadian

Kecocokan Orang Dan Pekerjaan dikemukakan oleh John Holland teori ini didasarkan pada pengertian tentang kecocokan antara ciri-ciri kepribadian individu dan lingkungan kedudukannya, teori ini mengidentifikasi 6 tipe kepribadian dan mengusulkan bahwa kecocokan antara tipe kepribadian dan lingkungan kerja menentukan kepuasan dan pengunduran diri. Teori ini berpendapat bahwa kepuasan mencapai level paling tinggi dan pengunduran diri mencapai level paling rendah ketika kepribadian dan pekerjaan itu sesuai.

Kecocokan Organisasi Orang pada hakikatnya berpendapat bahwa orang akan meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadiannya



EMOSI

Emosi, adalah perasaan kuat yang diarahkan kepada seseorang atau sesuatu


Pengaruh Suasana hati

Pengaruh, adalah kisaran luas perasaan yang dialami manusia

Suasana Hati, adalah perasaan yang cenderung kurang kuat dari pada emosi dan tidak mempunyai perangsang kontekstual

Emosi Yang Dirasakan Vs Emosi yang Ditampilkan

Emosi yang dirasakan = Emosi aktual individu

Emosi yang ditampilkan = Emosi yang disyaratkan oleh organisasi dan dianggap tepat dalam pekerjaan tertentu.

Hal terpenting disini adalah bahwa emosi yang dirasakan dan emosi yang ditampilkan sering berbeda. Banyak orang yang memilki masalah untuk bekerja dengan orang lain hanya karena mereka secara naif menganggap bahwa emosi yang mereka lihat ditampilkan oleh orang lain sama dengan apa yang sesungguhnya dirasakan orang tersebut.

Dimensi-Dimensi Emosi

Perbedaan, termasuk disini adalah perasaan kemarahan, perasaan jijik, bergairah, cemburu, takut, kecewa, bahagia, mencintai, menyayangi, membenci, berharap, iri hati, gembira, bangga, heran, dan sedih. Salah satu cara untuk mengklasifikasinya dalah mengkelompokkan apakah emosi tersebut positif atau negatif, perlu kita ingat bahwa emosi tidak bisa netral, terdapat 6 emosi universal yakni kemarahan, ketakutan, kesidihan, kegembiraan, kejijikan, dan keterkejutan, alasannya karena 6 emosi universal tersebut cenderung teridentifikasi dengan ekspresi wajah

Intensitas, orang memberikan pendapat berbeda terhadap rangsangan pemicu emosi yang identik. Kemampuan orang bervariasi dalam mengekspresikan intensitas, hampir semua orang yang anda kenal tidak pernah memperlihatkan perasaan mereka. Mereka jarang menjadi marah. Mereka tidak pernah menunjukkan kemarahannya. Sebaliknya bila mereka senang mereka meluapkan kegembiraannya dan bila sedih mereka sangat muram.

Frekuensi dan Durasi, tenaga kerja emosional yang menuntut frekuensi tinggi atau durasi lama lebih menuntut upaya lebih besar dari seseorang.

Dapatkah Orang Menjadi Tanpa Emosi ?

Sebagian orang mempunyai kesulitan besar untuk mengungkapkan perasaan mereka dan untuk memahami emosi orang lain, jawabannya adalah tidak selalu. Konsisten dengan pembicaraan kita tentang pencocokan tipe kepribadian dengan pekerjaan yang sesuai.

Jenis Kelamin dan Emosi

Dalam mengontraskan jenis kelami, wanita menunjukkan emosi yang lebih besar dari pada pria, mereka mengalami emosi yang hebat dan mereka sering menampilkan ekspresi dari emosi baik yang positif maupun negatif, kecuali kemarahan. Bertolak belakang dengan pria, wanita juga dilaporkan lebih nyaman dalam mengungkapkan emosi. Akhirnya, wanita lebih baik dalam membaca isyarat-isyarat nonverbal dan pralinguistik dibanding pria.

Batasan-Batasan Eksternal Terhadap Emosi

Pengaruh organisasi dan kebudayaan terhadap emosi antara lain mencakup:

  1. Pengaruh Organisasi

  2. Pengaruh Kebudayaan

  3. Motivasi

  4. Kepemimpinan

  5. Konflik Interpersonal

Hakikat dari pendekatan teori kepribadian dalam OB adalah bahwa seseorang memiliki karakter kepribadian yang stabil yang secara signifikan mempengeruhi sikap dan reaksi perilaku mereka terhadap lingkungan organisasi. Orang dengan ciri-ciri kepribadian tertentu cenderung relatif konsisten sikap dan perilaku mereka dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi. Semua ciri tidak punya pengaruh yang sama kuat dan terbagi menjadi 3 kategori. Ciri-ciri dasar adalah ciri-ciri yang kuat dan umum sehingga ciri-ciri tersebut mempengaruhi setiap tindakan yang dilakukan seseorang. Ciri-ciri primer umumnya konsisten mempengaruhi perilaku namun tidak selalu ditampakkan dalam setiap situasi dan ciri-ciri sekunder adalah atribut-atribut yang tidak membentuk bagian vital kepribadian tetapi ditampilkan hanya dalam situasi khusus.

Terdapat 2 masalah penting menyangkut penggunaan ciri-ciri kepribadian untuk menjelaskan banyak perilaku dalam organisasi. Pertama, pengaturan organisasi merupakan situasi kuat yang berdampak besar terhadap perilaku karyawan. Kedua, para individu sangat adaptif dan ciri-ciri kepribadian berubah-ubah guna menghadapi situasi organisasi.

Sesungguhnya kepribadian mengimplikasikan bahwa para individu sebenarnya tidak menyesuaikan diri dengan situasi yang berbeda. Namun terdapat bukti yang sangat berkembang yang menunjukkan bahwa ciri-ciri individu diubah oleh organisasi di tempat individu itu berpartisipasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukkan Code ini K1-576454-2 untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com